Rabu, 20 November 2013

Ringkasan Administrasi Negara

1.      Pengertian Etika
Istilah etika atau seperti yang lazim di sebut “etik” berasal dari bahasa latin “Ethica”, yaitu ilmu susila, ilmu ahlak (etis sama dengan bersusila, penuh ahlak, beradab dan bertindak sesuai dengan norma-norma). Dalam bahasa yunani yaitu “Ethos” yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah, ukuran-ukuran bagi tingkah laku yang baik. Atau Rathos adalah yang berarti adat kebiasaan,. Jadi etika aialah kebiasaan yang baik dalam masyarakat, yang kemudian mengendap menjadi norma atau kaidah, atau dengan kata lain menjadi normative dalam kehidupan manusia.
Menurut G. R. Terry dalam bukunya Principles of Organization and Management, menyatakan etika mempersoalkan tingkah laku perorangan dan kewajiban moral dengan memberikan terhadap hubungan antara manusia yang berkenan hal benar dan salah.
Etika ialah ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan melihat pada amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui akal pikiran. Kemudian norma berasal dari bahasa latin yang juga berarti nilai, ukuran, pedoman, adat dalam organisasi dan dalam masyarakat.juga istilah norma yaitu biasa, menurut ukuran, kemudian istilah lain yang biasa yaitu “normalisasi” adalah penyesuaian dengan ukuran dan peraturan yang telah umum. Etika administrasi lebih ditekankan pada rasa tanggung jawab dalam dalam melaksanakan kewajiban dan menuntut hak. Hak administrasi adalah hak bersyarat, demikian juga pemberian jabatan adalah atas dasar rasa tanggung jawab yang mengangkat, terhadap pegawai yang di beri jabatan.
Oleh sebab itu agar semua dapat berjalan sesuai apa yang di kehendaki maka di adakan berbagai peraturan baik dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan presiden, keputusan menteri, keputusan dirjen, sampai dengan kepada keputusan kepala kantor.
2.   Nilai
Pelopor nilai etika adalah Max Scheler (1874-1928). Menurut beliau nilai itu tidak ada, melainkan berlaku dan tidak dapat dikembalikan kepada unsur-unsur empiris dunia.rawi.
Nilai-nilai di susun dalam suatu hirarki :
·         Nilai perasaan inderawi.
·         Nilai-nilai hidup.
·         Nilai-nilai rohani, yang dapat di bedakan atas :
  1. Nilai estetis.
  2. Moral
  3. Intelektual.
Kemudian teori Scheler di kembangkan lagi oleh Dietrich Von Hildebrand (1889-1966), dengan mengatakan bahwa kewajiban kita bukan untuk memilih nilai yang tertinggi, melainkan memberikan respons atau jawaban yang semestinya kepada setiap nilai yang berarti secara moral.
Beraneka ragam pendapat tentang pengertian nilai, namun pengertian nilai secara umum dapat di simpulkan bahwa Nilai ialah merupakan kenyataan obyektif dari hal-hal di luar manusia kenyataan obyektif berupa sikap diri manusia.
a.       Jenis nilai dalam eksistensi manusia ialah
a)      Nilai religius (kekudusan)
b)      Pemujaan (worship), yaitu keberhargaan dalam tindakan manusia yang memiliki sesuatu kepercayaan menyembah Tuhan.
c)      Pengukuhan (affirmation), yaitu suatu perasaan bahwa diri sendiri telah masuk dalam masyarakat religius.
d)     Persaudaraan (fellowship), yaitu perasaan yang diperoleh dari pergaulan dalam kelompok keagamaan.
e)      Kapasitas (assurance), yaitu suatu keyakinan bahwa dibalik dunia fenomena ada Tuhan.
f)       Harapan (hope), yaitu suatu perasaan optimis bahwa kebaikan akan mengalahkan kejahatan didunia dan di akhirat, serta sifatnya kekal.
g)      Nilai Etis (Kebaikan)
1)      Berupa kearifan (wisdom), keberanian (courage), pengendalian diri (discipline), dan keadilan (justice).
2)      Kesediaan menolong (benevolence), kemurahan hati (honesty), kesederhanaan (temperance).
h)      Nilai intelektual (kebenaran).
1)      Nilai pengetahuan tentang kebenaran (science truth).
2)      Nilai kebenaran logis ( logical truth).
i)        Nilai Estetis (keindahan).
1)      Kategori-kategori yang agung dan yang elok.
2)      Kategori-kategori yang komis dan yang strategis.
3)      Kategori-kategori yang indah dan yang jelek.
4)      Jenis nilai yang non manusiawi ialah :
·         Nilai pendidikan (misalnya yang melekat pada sekolah).
·         Nilai sosial (misalnya persahabatan).
·         Nilai politik (misalnya kebangsaan).
·         Nilai ekonomi (misalnya sumber alam).

5)      Nilai mempunyaii hirarki atau jenjang, yaitu :
·         Nilai religious, artinya nilai yang ada pada Tuhan, menyangkut hal-hal yang kudus, suci, mutlak.
·         Nilai spiritual, merupakan nilai yang ada pada manusia, yang menyangkut hal-hal kemanusiaan budi pekerti manusia (human values).
·         Nilai vital, yaitu nilai yang melekat pada semua makhluk hidup, karena mengenai hidup atau pertahanan hidup.
·         Nilai material, yaitu niali yang melekat pada benda-benda, menurut jenjangnya nilai inilah yang paling rendah karena hanya menyangkut masalah badani.
Etika juga mempersoalkan hak dari setiap lembaga, seperti ; orang tua, sekolah, Negara, untuk memberikan perintah-perintah atau larangan-larangan yang harus di taati. Ini berarti bahwa etika tidak meyakini norma-norma dari lembaga itu, tetapi menuntut pertanggungjawaban.
·         Jadi etika dapat mengantar orang kepada kemampuan bersikap kritis dan rasional untuk membentuk pendapatnya sendiri dan bertindak sesuai dengan apa yang dapat di pertanggung jawabkannya sendiri.
·         Etika membantu orang untuk menjadi lebih otonom dalam mengakui norma-norma.
·         Etika menyanggupkan orang untuk megambil sikap nasional terhadap semua norma, tradisi maupun norma lain.
·         Etika dapat menjadi alat pemikiran rasional dan bertanggung jawab bagi ahli-ahli :
-         Kemasyarakatan.
-         Pendidik.
-         Politikus.
-         Pengarang.
1.      III. Kode Etik
Menurut Drs. D. P. Simorangkir memberi pengertian kode etik adalah kaidah-kaidah atau peraturan-peraturan yang di tetapkan dan di terima oleh seluruh para anggota sesuatu profesi. Jadi kode etik merupakan suatu etika bersama bagi para anggota organisasi/anggota profesi. Kode etik menitikberatkan pada sanksi, tetapi yang di utamakan adalah ketaatan.
1.      IV. Etika Profesi
Profesi, adalah sautu pekerjaan (vocation) yang mempunyai dasar atau komponen sebagai berikut :
1.      Keahlian (skills).
2.      Tanggung jawab (responsibility).
3.      Kesejawatan (corporateness).
Etika profesi yaitu kaidah-kaidah atau norma-norma yang menjadi dasar pengabdian suatu profesi. Kaidah-kaidah atau noorma-norma itu adalah ditetapkan atas suatu keputusan bersama dalam suatu kongres atau juga ditentukan oleh suatu peraturan hukum.
1.      V. Obyek Etika
Menurut Dr. Frans Von Magnis, etika adalah ccabang filsafat yang menyibukkan dan memfokuskan diri dengan pandangan-pandangan dan persoalan-persoalan dalam bidang moral, dank arena pandangan-pandangan dan persoalan-persoalan itu di ungkapkan dalam pernyataan-pernyataan moral.
1.      VI. Obyek Administrasi
Untuk menjelaskan obyek administrasi terlebih dahulu kita mengutifkan definisi administrasi itu sendiri sebagai berikut :
1.      Menurut rumusan Ordway Tead memberi batasan administrasi sebagai kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh pejabat-pejabat eksekutif dalam suatu organisasi, yang bertugas mengatur memajukan dan melengkapi usaha kerja sama sekumpulan orang-orang yang sengaja dihimpun untuk mencapai tujuan tertentu.
2.      Menurut Prof. Dr. SP. Siagian, MPA, memberi definisi administrasi adalah sebagai keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Memperhatikan kedua batasan dari administrasi, maka dapat di kemukakan bahwa etika administrasi adalah manusia yang bekerja sama di dalam suatu organisasi atau lembaga yang mempersoalkan bagaimana seharusnya manusia yang berada dalam organisasi tersebut bertingkah laku sesuai norma atau aturan yang di gariskan dalam administrasi itu (top administrator).
1.      VII. Kewajiban Moral dan Kebebasan
Kewajiban moral adalah bersifat mutlak dan rasional. Dikatakan bersifat mutlak oleh karena kita harus mengambil sikap terhadapnya mau mentaati atau tidak.
Seseorang di katakana bebas apabila kemungkinan-kemungkinan untuk bertindak di batasi oleh sesuatu paksaan dari atau keterikatan pada orang lain. Faham ini di sebut faham negatif, karena dikatakan hanya bebas dari apa tetapi tidak dikatakan bebas untuk apa. Jadi seseorang dikatakan bebas apabila :
1.      Dapat memilih sendiri tujuannya dan apa yang dilakukannya.
2.      Dapat memilih antara kemungkinan-kemungkinan yang tersedia baginya.
3.      Tidak dipaksa untuk membuat sesuatu yang tidak akan dipilihnya sendiri ataupun di cegah dari berbuat apa yang dipilihnya sendiri, oleh kehendak orang lain, Negara tau kekuasaan apapun.
1.      VIII. Macam-macam Kebebasan
Macam-macam kebebasan terdiri dari :
1.      Kebebasan jasmani/fisik artinya tidak ada paksaan terhadap kemungkinan menggerakkan badan kita, msalnya pergi ke pasar, keluar kota, berolah raga, berteriak, dan lain-lain.
2.      Kebebasan kehendak yaitu kebebasan untuk menghendaki sesuatu, jangkauan kebebasan kehendak adalah sejauh jangkauan kemungkinan untuk berpikir, dank arena manusia dapat memikirkan apa saja, ia dapat menghendaki apa saja.
Antara kebebasan kehendak dan kebebasan jasmani ada hubungan erat antara kebebasan jasmani dapat disebabkan oleh kehendak.
1.      Kebebasan moral
Kebebasan moral dalam arti luas adalah dimaksudkan tidak adanya macam-macam ancaman tekanan, dan lain desakan yang tidak sampai berupa paksaan fisik.
Kebebasan dalam arti sempit, adalah kebebasan moral yang berarti tidak adanya kewajiban.
1.      IX. Kebebasan dan Tanggung Jawab
Kebasan adalah kemampuan untuk bertindak dengan tidak adanya paksaan. Bertindak adalah melakukan sesuatu dengan sengaja dan dengan kesadaran. Tanggung jawab terhadap ketaatan pada norma-norma ataupun tanggung jawab pada diri sendiri. Oleh sebab itu kebebasan manusia adalah kebebasan bertanggung jawab. Pada dasarnya tanggung jawab itu dapat di bedakan atas :
1.      Tanggung jawab kelembagaan atau tanggung jawab institusional. Ini dimaksudkan dengan pertanggungan jawab dari setiap warga organisasi kantor/perusahaan/instansi, untuk tetap menjunjung tinggi nama baik dari lembaga/organisasi misalnya : presiden bertanggung jawab kepada majelis permusyawaratan rakyat. Seorang pegawai bertanggung jawab kepada atasan langsungnya.
2.      Tanggung jawab jabatan. Ini dimaksudkan dengan pertanggungan jawab atas jabatan yang di emban oleh seorang pejabat. Dalam praktek sehari-hari, dapat di lihat dengan jelas  pada pejabat-pejabat tinggi; apakah ia berada di rumah, dijalan, atau dikantor segala sesuatu yang di perbuatnya tidak dapat di lepaskan dari pada nama jabatannya.
3.      Tanggung jawab politik yaitu tanggung jawab dalam bidang politik/pemerintahan. Pegawai negeri/karyawan tidak mempunyai pertanggungan politik, maka pertanggungan jawab politiknya kepada partainya, dan bukan kepada pimpinannya. Jadi tanggung jawab politik adalah tanggung jawab atas akibat politik dari keputusan yang di ambil oleh seorang pejabat.
4.      Tanggung jawab atas diri sendiri, keluarga, nama baik, dan lain-lain, ini dimaksudkan bahwa setiap diri seseorang, keluarga harus selalu dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya dimana pun dia berada.
5.      Tanggung jawab keagamaan yaitu dimaksudkan segala macam tindakan atau selalu harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi tidak terkecuali oleh siapapun baik pejabat, pegawai biasa, bawahan maupun para mubalig, pendeta, harus mempertanggungjawabkan tindakan/perbuatannya kepada Allah SWT.
6.      Tanggung jawab professional, yaitu tanggung jawab oleh para profesi dalam menjalankannya profesinya, misalnya seorang dokter, wartawan, dosen, dan lain-lain.
7.      Tanggung jawab hokum, yaitu mengandung arti bahwa pertanggungjawabnya melaui saluran-saluran hokum (diproses, serta persidangan lewat pengadilan).
Menurut Drs. O.P. Simorangkir dalam bukunya Etika Jabatan, mengemukakan cirri-ciri tanggung jawab sebagai berikut tanggung jawab dalam berbagai jabatan dapat di bagi 4 jenis :
1.      Tanggung jawab yang paling seerhana, memerlukan keahlian rendah, hanya membutuhkan keterampilan, misalnya tukang ketik, tukang sapu, tukang pasang moor pada suatu perusahaan ban berjalan (kereta api).
1.      Tanggung jawab dalam hubungannya dengan misi, tujuan, atau hasil yang gemilang. Ini memerlukan suatu pemikiran yang cerdas, memerlukan pendidikan tinggi, keahlian, keterampilan dan pengalaman. Dapat kita ambil contoh jabatan pengacara, dokter, akuntan, dan lain-lain. Hal ini membutuhkan pendidikan tertentu dan pengalaman.
2.      Pekerjaan yang bertanggung jawab dengan cinta kasih antara manusia. Tidak semua pekerjaan membutuhkan cinta kasih.
3.      Pekerjaan yang bertanggung jawab karena panggilan dan cinta terhadap Tuhan.
2.      X. Hubungan Etika dengan Administrasi/Manajemen
Para ahli manajemen memberikan pendapat tentang etika dalam manajemen. G.R. Terrydalam bukunya “principle of management” yaitu manajemen pada hakikatnya adalah berdsarkan pertimbangan-pertimbangan social dan etika. Yang berarti manajemen harus harus berusaha mengembangkan kehidupan masyarakat serta kesejahteraan masyarakat dalam bentuk produksi untuk masyarakat.
Menurut Terry memberi semboyan, pegawai yang baik dan warga Negara yang baik adalah sinonim. Terry menyimpulkan bahwa dalam kehidupan manajemen, perlu di perhatikan tentang prinsip-prinsip etika yaitu bahwa etika yang pantas dalam manajemen adalah menghendaki seorang manajer yang mengasihi diri seniri dan masyarakatnya sebagaimana ia ingin di hormati oleh para pegawainya atau karyawannya.
Menurut G.R. Terry, memberikan unsure-unsur keberhasilan seorang top manajer, antara lain :
1.      Mengetahui secara lengkap tentang jawatan kita.
2.      Harus dapat menyesuaikan keadaan terhadap jawatan.
3.      Mengetahui hasil yang di capai oleh jawatan dan bagaimana mengemukakannya sesuai dengan waktu yang efektif.
4.      Bagaimana mengajak langganan untuk berhasil secara memuaskan, dalam arti kita meningkatkan spesialisasi para bawahan atau langganan.
5.      Perlakuan bawahan atau karyawan anda seacara hormat, sebagaimana anda ingin di perlakukan.
6.      Perlakukan dengan hormat terhadap siapa saja engkau membeli sebagaimana engkau menjual.
7.      Berdamailah dengan diri sendiri.
1.      XI. Ukuran Etika
Ukuran etika adalah ukuran tentang apa yang benar dan apa yang salah (baik atau buruk) bukanlah sesuatu ukuran yang bersifat eksak, karena benar atau salah adalah sesuatu yang kualitatif dan relative.
ETIKA ADMINISTRASI
SEBAGAI BAGIAN DARI ETIKA SOSIAL
Kita ketahui bersama bahwa administrasi adalah cabang ilmu pengetahuan social, di samping itu adiministrasi sendiri ada, oleh karena manusia.
Hanya manusia yang dapt beradministrasi (administrasi adalah oleh manusia, untuk manusia) karena manusia ada dalam masyarakat maka administrasi juga berada dalam masyarkat. Oleh karena itu administrasi tidak dapat dipisahkan masyarakat dan Negara, dimana administrasi itu d praktekkan.
Menurut Prof. S.P. Siagian mengatakan bahwa tidak ada suatu organisasi yang merupakan pulau di lautan social yang dapat mengabaikan apa yang terjadi di sekililingnya.
Dengan demikian maka setiap organisasi/administrasi adalah merupakan sub system dari sistim sosial Negara, bangsa dan masyarakat secara keseluruhan. Itulah sebabnya sehingga niali-nilai yang di anut oleh masyarakat, dan juga dapat di hubungkan dengan tujuan akhir bangsa dan Negara yang bersangkutan.


Senin, 18 November 2013

RINGKASAN BUKU PERILAKU ORGANISASI Prof.Dr.Ir. Wahyudin Latunreng,M.B.A

RINGKASAN BUKU
PERILAKU ORGANISASI

Prof.Dr.Ir. Wahyudin Latunreng,M.B.A

BAB I
PENDAHULUAN
PERILAKU ORGANISASI
Manusia Menjadi Mahluk Organisasional karena hanya dengan jalur organisasi lah berbagai tujuan di harapkan tercapai.
Manusia adalah pendukung utama dalam setiap organisasi
Dengan demikian pengetahuan perilaku keorganisasian didukung paling sedikit 2 komponen yaitu:
1.      Individu individu yang berperilaku .
2.      Organisasi formal sebagai wadah dari perilaku itu.

Studi formal tentang perilaku keorganisasian di mulai sekitar tahun 1948 hingga 1952.

PENGERTIAN DAN TUJUAN PERILAKU KEORGANISASIAN
Perilaku organisasi adalah terjemahan dari Organizational behavior.
Perilaku Organisasi merupakan bidang studi yang mencakup teori,metode dan prinsip prinsip dari berbagai disiplin ilmu guna mempelajari persepsi individu, nilai nilai dan tindakan saat bekerja dalam dan didalam organisasi.
            Perilaku adalah aktivitas ,tindakan atau tingkah laku manusia yang dapat diamati.


PERBEDAAN ANTARA PERILAKU KEORGANISASIAN DENGAN DISIPLIN LAIN.
1.      Perilaku keorganisasian dengan teori organisasi
2.      Perilaku keorganisasian denganpsikologo organisasi
3.      Perilaku Keorganisasian dengan personal dan Human resourses

LATAR BELAKANG SEJARAH
Orang yang mempunyai andil dalam mencetus konsep ilmu perilaku organisasi adalah:
1.      Max Weber
2.      Henri Fayol
3.      Frederick Winslow Taylor
Gerakan Hubungan manusia juga mempunyai andil dalam penelaahan perilaku organisasi yaitu:
a.      Masa depresi ysng terjadi sekitar tahun tiga puluhan yang terjadi akibat kegoncangan ekonomi dan keuangan.
b.      Gerakan serikat buruh pada tahun 1935.
c.       George Elton mayo yang melakukan penelitian mengenai penyebab perpindahan pegawai yang tinggi di bagian pemintalan pada perusahaan tekstil di philadelpia.

BAB II
EFESIENSI DALAM ORGANISASI 
EFESIENSI DALAM ORGANISASI  adalah perbandingan yang positif antara hasil yang dicapai dengan masukan yang di pergunakan.
Efektifitas dalam organisasi adalah penyelesaian pekerjaan tepat pada waktu yang ditetapkan dan mendapatkan hasil sesuai yang di inginkan.
Faktor yang mempengaruhi efektifitas organisasi adalah lingkungan di dalam dan lingkungan di luar organisasi itu sendiri.seperti kebijakan pemerintah.
            Pendekatan pendekatan dalam pencapaian efektivitas adalah
a.      Pendekatan tujuan
b.      Pendekatan teori system
c.       Pendekatan model multiple constituency

Kreteria dari efektifitas dapat dikelompokan menjadi:
1.      Efektifitas jangka panjang
2.      Jangka menengah
3.      Jangka pendek

BAB III
PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI

Dasar dasar memahami perilaku:
Darihasil penelitian dapat disepakati bahwa:
1.      Perilaku adalah akibat
2.      Perilaku diarah kan oleh tujuan
3.      Perilaku yang dapat diamati secara langsung, dapat diukur
4.      Perilaku  yang tidak dapat di amati secara langsung juga penting dalam mencapai tujuan
5.      Perilaku di dorong/dimotivasi

Perilaku individu adalah perilaku seseorang sehari hari di dalam kehidupannya.

Faktor yang mempengaruhi perilaku individu adalah  epribadian, persepsi, sikap, kemampuan dan keterampilan,latar belakangkeluarga, demografis, pengalaman, kapasitas belajar.
BAB IV
PERILAKU KELOMPOK DALAM ORGANISASI


Teori pembentukan kelompok :
1.      Teori kedekatan
2.      Teori berdasarkan aktivitas,Interaksi, dan perasaan emosi
3.      Teori keseimbangan
4.      Teori pertukaran
5.      Teori berdasarkan alasan- alasan praktis

Bentuk bentuk /tipe kelompok:
1.      Kelompok formal
Terdiri dari kelompok komando dan Tugas
2.      Kelompok Informal
Terdiri dari kelompok minat dan persahabatan
3.      Kelompok Primer
4.      Kelompok Terbuka dan tertutup

Yang menjadi Dasar dasar keinginan membentuk kelompok adalah
1.      Pemuasan kebutuhan misalnya keamanan,social dan harga diri
2.      Kedekatan daya tarik
3.      Tujuan kelompok
4.      Ekonomi

Tahap perkembangan kelompok:
1.      Penerimaan bersama
2.      Komunikasi dan pengambilan keputusan
3.      Motivasi dan produktivitas
4.      Pengendalian organisasi

Karateristik umum yang ada pada kelompok yang telah melalui berbagai tahap pengembangan adalah:
1.      Struktur
2.      Status
3.      Peran
4.      Kesamaan latar belakang sikap
5.      Norma-norma
6.      Kepemimpinan
7.      Kekompakan
8.      Konflik antar kelompok

Ada tiga variable untuk menentukan daya tarik seseorang didalam hubungan kerja pada suatu kelompok yaitu: Hasil, Tingkat Perbandingan, Alternatif

Lebih rinci dapat di jelaskan yang dapat mempengaruhi daya tarik individu  dalam hubungan kerja:
1.      Hasil
2.      Penghargaan
3.      Pengorbanan atau biaya
4.      Tingkat perbandingan
5.      Alternatif


BAB V

KONFLIK ANTAR KELOMPOK DAN PENGELOLAANNYA

Jenis konflik :
1.      Konflik fungsional: Suatu konfrontasi diantara kelompok yang menambah keuntungan kinerja organisasi.
2.      Konflik Disfungsional : Setiap konfrontasi atau interaksi diantara kelompok yang merugikan organisasi atau menghalangi tujuan organisasi.
3.      Konflik dan kinerja organisaasi : Jika konflik terlalu rendah maka kinerja biasanya buruk,sulit melakukan inovasi dan perubahan.dan sebaliknya jika konflik terlalu tinggi akan menimbulkan kekacauan dan mengancam kelangsungan organisasi.
4.      Pandangan terhadap konflik secara praktik : Konflik disfungsional harus dihilangkan sedangkan konflik fungsional harus di tingkatkan.

Sumber sumber konflik antar kelompok.
1.      Saling Ketergantungan kerja
Potensi konflik dalam keadaan ini sangat tinggi tetapi bias juga terjadi hubungan yang bersahabat dan kooperatif.misalnya:
a.      Saling ketergantungan yang dikelompokan
b.      Saling ketergantungan yang diurutkan
c.       Saling ketergantungan Timbal balik
2.      Perbedaan Tujuan.
Ini terjadi umumnya disebabkan:
a.      Sumber sumber yang terbatas
b.      Struktural Imbalan

3.      Perbedaan persepsi
4.      Meningkatkan permintaan untuk specialis

Cara atau alat penyelesaian konflik :
1.      Pemecahan masalah
2.      Tujuan superordinat
3.      Perluasan sumber daya
4.      Penghindaran
5.      Pelunakan
6.      Perundingan
7.      Perintah kekuasaan
8.      Penggantian variable manusia
9.      Penggantian variable structural
10.  Memerangi musuh bersama

BAB VI
STRES

            Stres adalah suatu interaksi antara stimulus/rangsangan dan respons / tanggapan yang berhubungan dengan individu dan lingkungan.
            Sindrom Penyesuaian Umum (the general adaption syndrome/GAS) adalah Suatu penjelasan dari reaksi pertahanan tiga tahap yang seseorang alami ketika strees.

Ada tiga tahapan yang dialami seseorang ketika stress :
1.      Tahapan sinyal (alarm)
2.      Perlawanan (resistance)
3.      Keletihan ( exhaustion)

Menurut Dr.robert J.VA gejala stress dapat dilihat melalui enam tahap :
1.      Tahap menyenangkan
2.      Dampak menyenangkan mulai menghilang
3.      Gangguan fungsi usus dan perut
4.      Merasa sulit untuk bertahan sepanjang hari
5.      Sangat sulit mengerjakan hal yang sederhana
6.      Sangat sulit untuk berdiri.

Kelebihan waktu kerja dari komitmen dapat menimbulkan stress.

Identifikasi stress:
1.      Stresor Pekerjaan
a.      Stresor lingkungan fisik
b.      Stresor individual
c.       Stresor kelompok
d.      Stresor Organisasional

2.      Perbedaan individual
a.      Stresor Peristiwa dan kehidupan
b.      Pola perilaku tipe A dan B
c.       Daya Tahan
d.      Dukungan social
e.      Afektifitas negative

Orang yang pola perilaku tipe A adalah
1.      Secara kronis berjuang untuk mendapatkan sesuatu sebanyak mungkin dalam waktu yang singkat
2.      Agresif,ambisius,bersaing dengan kuat
3.      Bicara meledak ledak,cepat beralih kemasalah lain setelah menyelesaikan apa yang dikatakan
4.      Tidak sabar, benci menunggu.
5.      Memenuhi batas waktu dan berientasi kerja
6.      Selalu dalam keadaan berjuang baik dengan orang ,sesuatu maupun kejadian.

Sedangkan Tipe B:
Tidak merasa ada tekanan konflik baik dengan orang maupun waktu,bekerja sungguh sungguh tetapi tidak berpacu dengan waktu.

3.      Konsekwensi dari stress
a.      (Subyektif)Kekhawatiran,agresi,apatis,rasa bosan,depresi,keletihan,frustasi,kehilangan kendali emosi,penghargaan diri rendah,gugup, dan kesepian
b.      (perilaku)Mudah mendapat kecelakaan,kecanduan,luapan emosional,makan atau merokok berlebihan,inflsif, tertawa gugup.
c.       (Kognitif) Ketidak mampuan membuat keputusan yang masuk akal, daya konsentrasi rendah, kurang perhatian,kurang peka terhadap kritik,hambatan mental
d.      (Fisiologis) kandungan glukosa darah meningkat, denyut jantung dan tekanan darah meningkat,mulut kering,berkeringat,bola mata melebar,panas dan dingin
e.      (organisasi) angka absensi,omset dan produktifitas rendah,terasing dari mitra kerja,ketidak puasan kerja, komitmen organisasi dan loyalitas berkurang

Program organisasi dalam mengelola stress :
a.      Analisis program
b.      Budaya perusahaan

Pendekatan Individual terhadap stress:
a.      Gerak badan
b.      Relaksasi
c.       Humor


BAB VII
ETIKA


Etika adalah Tata cara Berperilaku manusia terhadap diri sendiri maupun lingkungannya.

Etika Organisasi adalah Tata cara berperilaku seseorang di dalam suatu organisasi

Jenis etika:
1.      Etika Deontologi: Tindakan atau perilaku seseorang yang sejalan dengan kewajibannya
2.      Etika Teleologi :  Etika yang dinilai dengan akibat suatu perbuatan atau tidakan.
3.      Etika Utilitarianisme : Etika yang dinilai tergantung pada manfaat.


BAB VIII
MOTIVASI


Motivasi adalah suatu kekuatan yang mendorong seseorang serta menimbulkan dan mengarahkan perilaku.

Kategori teori Motivasi :
1.      Teori Kepuasan
2.      Teori Proses

Hirarki kebutuhan manusia menurut Maslow:
1.      Kebutuhan fisik
2.      Rasa aman atau rasa selamat
3.      Social atau kerja sama kelompok
4.      Penghargaan
5.      Aktualisasi diri

Menurut David C.McClelland ada tiga kebutuhan manusia yang dipelajari:
1.      Kebutuhan berprestasi
2.      Kebutuhan berafiliasi
3.      Kebutuhan berkuasa


BAB IX
KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan Menurut Gibson CS adalah suatu usaha menggunakan gaya mempengaruhi tanpa paksaan untuk memotivasi individu dalam mencapai tujuan.

Menurut George terry kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orangjarang suka rela untuk berusaha mencapai tujuan

Kepemimpinan (leadership) dan manajemen (management) adalah dua konsep yang mempunyai perbedaan penting.

Teori kepemimpinan adalah teori yang berusaha untuk mengidentifikasi karakteristik yang khas (fisik,mental,kepribadian) yang diasosiasikan dengan keberhasilan kepemimpinan.


BAB X
STRUKTUR DAN DESAIN ORGANISASI


Struktur organisasi merupakan konsep abstrak, karena tidak seorang pun yang pernah melihatnya sama.
Apa yang dilihat adalah bukti adanya struktur.
Bukti yang jelas dari struktur adalah bagan organisasi.

Perspektif Atas Struktur Organisasi
a.      Struktur sebagai Suatu pengaruh pada prilaku
b.      Struktur sebagai aktivitas berulang
c.       Struktur sebagai perilaku yang berorientasi pada tujuan

Empat desain struktur:
a.      Manajer memutuskan bagaimana membagi seluruh tugas dalam kegiatan pekerjaan yang lebih kecil.
b.      Manajer Memutuskan dasar mengelompokan pekerjaan individual
c.       Manajer memutuskan ukuran yang tepat dan kelompok yang melapor pada masing masing atasan
d.      Manajer mendistribusikan wewenang pada pekerjaan tersebut.

Pembagian kerja adalah luasnya pekerjaan dispesialisasikan.
Cara pembagian kerja:
a.      Menurut keahlian personal
b.      Urutan pekerjaan yang dilakukan organisasi
c.       Pembagian arah vertical

Wewenang adalah hak individu untuk membuat untuk membuat keputusan tanpa persetujuan dan wewenang yang lebih tinggi dan pihak lain patuh padanya.

Rentang kendali adalah: ukuran departemen mengenai jumlah individual yang bertanggung jawab pada menejer tertentu.

Dimensi struktur:
a.      Formalisasi : seberapa luas organisasi tergantung pada aturan aturan dan prosedur tertulis untuk menetapkan tindakan karyawan.
b.      Kompleksitas: Jumlah jenis pekerjaan dan tingkat wewenang yang berbeda dalam suatu organisasi.
c.       Sentralisasi: Penenpatan wewenang pengambilan keputusan dalam hieraki organisasi.

Desain organisasi:
1.      Model mekanistik adalah desain organisasi yang menekankan pada kepentingan pencapaian produksi yang lebih tinggi dan efisien dan spesialisasi tenaga kerja tinggi.
2.      Model organic adalah desain organisasi yang menekankan pada kepentingan untuk mencapai tingkat yang tinggi mengenai kemampuan adaptasi dan pengembangan melalui penggunana aturan dan prosedur desentralisasi wewenagng dan derajat spesialisasi dalam kategori rendah
3.      Teori Desain Kontigensi adalah member kesempatan dalam memilih model mekanistik atau organic tergantung situasi dan kondisi
4.      Kerangka integrative



BAB XI
PROSES ORGANISASI

Komunikasi adalah Pengalihan/pengiriman informasi dan pemahaman melaui penggunaan symbol symbol verbal atau non verbal.

Komunikator adalah orang yang menyampaikan pesan

Pengkodean/encoding adalah memberikan suatu bentuk agar ide dan tujuan bias diekspresikan dalam bentuk suatu pesan.

Pesan adalah hasil proses pengkodean

Pesan adalah sesuatu yang diharapkan individu untuk di komunikasikan pada seorang penerima.

Media adalah wadah atau alat atau cara yang berfungsi sebagai pembawa pesan atau sebagai saluran komunikasi.

Penerimaan atau decoding adalah Penerimaan kode berdasarkan pengalaman mereka sebelumnya

Umpan balik adalah tanggapan atau respon bahwa pesan tersebut sampai atau diterima




BAB XII
PENGEMBANGAN ORGANISASI

Pengembangan organisasi adalah teknik manajerial untuk mengimplementasikan perubahan penting di organisasi.

Ciri-ciri Pengembangan organisasi
1.      Terencana dan jangka panjang
2.      Berorientasi pada masalah
3.      Merefleksikan pendekatan system
4.      Berorientasikan pada tindakan
5.      Melibatkan agen pengubah
6.      Melibatkan prinsip pembelajaran